25 Hari Lalu
25 hari lalu. Yogyakarta saksi aku menyayangi mbah buyut ku. 25 hari lalu. Aku mengharap kesembuhan untuknya. 25 hari lalu. Aku rela tidak masuk sekolah untuk menjaganya. 25 hari lalu. Aku sungguh ingin menghabiskan waktu dengannya. Dan kini aku ingin kembali ke 25 hari lalu. Disaat aku bisa mengelus rembut dan membacakan doa di telinganya. Disaat aku bisa mencoba berkomunikasi setelah dia lupa denganku. Disaat aku bisa memberi minum padanya. Disaat aku bisa mengelus pipi yang basah karena minum yang dia cecerkan. Disaat ibuku bahagia bisa bertemu dengannya. Disaat ibuku memeluk erat tubuh kurusnya. Disaat keluarga besar darimanapun kumpul untuk mendoakan kesembuhannya. Disaat aku tau arti keluarga yang sebenarnya. Sungguh aku ingin kembali ke 25 hari lalu. Kini kenangan barang yang mengingatkanku pada dirinya hilang. Hilang semua. Aku bahagia dia sembuh, sehat kembali. Tapi 5 jam lalu aku bangun dari khayalanku ia telah tiada Ia meninggalkan cicitnya...